Rockstar!

Thursday, 11 March 2010, 15:19 | Category : Ideas & Ideals, Rock & Roll Star
Tags : , ,

Seorang musisi rock memukuli istrinya, menyetir dalam keadaan mabuk, lalu ditahan karena kepemilikan obat-obat terlarang. Selama beberapa tahun, ia harus mendekam di sel. Setelah bebas, ia menceraikan istrinya lalu menjalin hubungan dengan beberapa perempuan tanpa pernah menikahinya. Akhir hidupnya, ia depresi dan mencoba bunuh diri beberapa kali.

Berita yang mengagetkan? Gak. “Namanya juga rockstar…” Gue jamin itu yang ada di kepala lo.

Selama waktu berjalan, kita gak akan pernah lepas dari stereotyping dan labeling. Orang-orang yang “menentang” itu adalah orang-orang bodoh yang gak menerima kenyataan.

So, what should we do about it?

brian may

Brian May adalah lead guitarist dari band legendaris, Queen. Ia termasuk “100 Greatest Guitarists of All-Time” versi majalah Rolling Stone. Setelah perjalanan luar biasanya dalam bermusik, tak ada yang berani meragukannya.

Sepintas saja, dia terlihat gondrong dan urakan. Orang sepertinya sangat cocok memukuli istri, mabuk-mabukan, dan masuk penjara.

Tunggu dulu…

Di balik kehidupan bermusiknya, Brian May adalah seorang akademisi. Ia memiliki titel PhD dari Imperial College London untuk fisika dan matematika. Ia menerbitkan beberapa karya ilmiah, yang antara lain adalah “Bang! – The Complete History of the Universe”, bersama Patrick Moore dan Chris Lintott.

Tanggal 17 November 2007, ia ditunjuk sebagai rektor Liverpool John Moores University, menggantikan Cherie Blair.

Gak cocok dengan stereotype seorang rockstar? Gak juga. Karena dalam kehidupan nyata, seorang rockstar gak pernah seburuk itu. Semua adalah permainan media.

Pada akhirnya, hanya ada satu cara untuk bersinar: beat people’s guessing machine. Keluar dari stereotyping dan labeling yang biasa dilakukan orang. Tepat seperti yang dilakukan Brian May.

Jazz Up Your Weekend!

Tuesday, 9 March 2010, 11:09 | Category : Events, Rock & Roll Star, Young Blood
Tags : , ,

java jazz 2010

maaf, gue belum mandi dan banjir keringat

Akhir pekan lalu, dari tanggal 5 sampai 7 Maret, gue menghabiskan sore sampai dini hari di PRJ untuk ber-JavaJazz-ria. Festival musik tahunan ini ga pernah absen gue datangi dari tahun 2005. So, what’s special about Java Jazz Festival 2010?

Tentu saja artis-artisnya. Dari ratusan yang tampil, gue hanya sempat menonton belasan saja. George Duke, Lee Rittenour, Sandy Sondhoro, Barry Likumahua Project, State of Monc, Revelation, Andy /rif, Jane Monheit, Music For Sale, Caroline Zahrie, dll.

Caroline Zahrie? Bukannya dia presenter yah? Ya, dia presenter but surprisingly suaranya keren…

Namun ini belum seberapa. Gue bener-bener angkat topi sama performance-nya Sandy Sondhoro. Di mata gue, dia satu-satunya artis Indonesia yang berkualitas internasional. Tampang Nardji, kualitas Bon Jovi!

But still, Lee Rittenour is a god of jazz… Ga ada satu pun artis di sana yang penampilannya lebih karismatik dan lebih hypnotic dari dia.

Namun selalu ada asap bersama api ‘kan? Kekurangan dari festival ini pun cukup banyak. Panitia sepertinya belum biasa dengan perpindahan venue dari JCC ke PRJ, yang terlihat dari antrian mengular yang ga pernah gue alami di Java Festival lainnya, seperti Java Jazz sebelumnya, Java Soulnation, dan Java Rockin’ Land.

Jumlah mobil pun jauh melebihi kapasitas tempat parkir yang disediakan, sehingga orang-orang pun harus menunggu berjam-jam untuk parkir. Akses keluar dari tempat parkir pun sangat terbatas. Alhasil, kemacetan luar biasa parah pun terjadi.

Sinyal handphone pun mati total. Sulit bagi kita untuk menghubungi teman atau janjian ketemu. Jika masalah ini belum diselesaikan, sebaiknya lo bawa anjing pelacak untuk janjian sama teman di Java Jazz 2011.

Dan akhirnya…

tersungkur di java jazz 2010

Akhir pekan yang luar biasa itu sukses membuat gue kelelahan dan tersungkur…

Selamat tinggal Java Jazz Festival 2010… Sampai jumpa di Java Jazz Festival 2011, dimana gue akan jadi pengisi acara! Hhmmm mudah-mudahan…

*photos taken by Supri

Genius!

Friday, 5 March 2010, 12:31 | Category : Rock & Roll Star, Young Blood
Tags : ,

150

Di atas adalah list 150 lagu terbaik Indonesia sepanjang masa versi Rolling Stone Indonesia.

Semua artis di atas adalah musisi-musisi mapan tanah air yang sudah memiliki banyak album. Nama besar Iwan Fals, Slank, sampai Titi DJ pun nangkring di sana.

Namun ada satu band yang hanya memiliki satu mini-album dan satu hit single yang berhasil menempatkan lagunya di list ini. Umur band ini pun tidak lama, namun lagunya memang meledak di awal 90-an.

Band tersebut adalah Guest Band, dengan lagunya yang berjudul “Ta’kan”. Kalo lo melewati masa muda di era tersebut, bisa dijamin lagu ini ga asing di telinga lo.

Gue mau kasih sedikit bocoran buat lo semua. Gustaf, vokalis sekaligus bassist dan songwriter Guest Band, adalah…

Terima kasih terima kasih… Tak perlu terlalu menyanjung begitu…

Ya, dia bokap gue!

Untuk mengingatkan kembali akan kejayaan lagu tersebut, silahkan tonton video ini.