Renungan Natal dan Pesta Wurst!
Merry christmas to all of you who celebrate! May the peace be with you..
Gimana cara temen-temen ngelewatin natal tahun ini? Mungkin ada yang semalem abis makan malam bareng keluarga atau kerabat lainnya? Atau mungkin ada yang nanti mau misa atau kebaktian natal? Semua orang Kristen ngelakuin hal ini dari tahun ke tahun. Pertanyaannya: apa orang Kristen tau maknanya?
Gue bahkan ga yakin orang Kristen tau apa itu Kristen…
Dalam alkitab dan teks apapun juga, Yesus ga pernah nyebut ajarannya dan pengikut-pengikutnya itu Kristen. Mereka bebas disebut apa saja. Kata “kristen” muncul dari kata-kata orang lain yang mengejek mereka. Jadi, kata “kristen” pada awalnya adalah sebuah ejekan.
Namun ternyata para pengikut Yesus senang mendengar kata “kristen” dan mulai memakai kata itu untuk mewakili mereka. Sejak saat itulah mereka disebut Kristen dan saat itu Yesus sudah tidak ada di bumi.
Poinnya adalah Kristen itu hanya sebutan atau topeng, yang penting adalah isi dan karakternya. Jika Yesus aja ga pernah bilang kata “kristen”, ada pengikut Yesus yang berani bilang “gue bukan orang Kristen”? Gue belom pernah denger. Kenapa? Karena pengikut Yesus sendiri takluk pada tekanan sosial.
Bagaimana mungkin pengikut-pengikut Yesus mau jadi garam dan terang dunia jika dalam hal sebutan aja, mereka udah takluk sama tekanan komunitasnya? Jangan mimpi merubah dunia.
Kalo gue jadi orang Kristen, gue ga akan bermasalah disebut dengan kata apapun selain Kristen. Kenapa? Kristen itu hanyalah label. Label itu sama sekali ga penting karena yang penting adalah isinya! Tapi yang terjadi biasanya justru sebaliknya kan. Orang-orang mati-matian ngebela agamanya. Apa yang mereka tau tentang agamanya? Zero!
Gue pernah baca satu quote yang bagus “Manusia hidup dari pretensi. Itu yang ngebuat mereka bergairah.” Kalo lo atau siapapun mau merubah dunia, berhentilah hidup dari pretensi. Get real! Copot semua label dan topeng, tunjukin isi lo yang sebenernya.
-
Setelah nyerocos panjang lebar, saatnya gue untuk pesta wurst atau sosis Jerman! Jadi, gue manggung bantuin temen di Goethe Haus minggu lalu. Gue bantuin main gitar dan temen gue nyanyi. Setelah acara kelar, ada dinner sama-sama.
Karena itu adalah acara farewell, banyak di antara mereka yang ga akan ketemu pas natalan. Jadi acaranya juga serasa makan malam natal. Orang-orang, baik orang sini atau bule, pada ber-merry christmas-ria.
Dan wurst disana itu enak banget dan gede-gede banget. Setiap orang cuma dapet 1 kupon dan itu kurang banget buat gue. Akhirnya gue deketin mbak yang jaga dan bilang “Mbak, tambahin lagi lah. Laper nih…” Dan mbaknya sambil diem-diem takut ketauan bosnya ngambilin gue wurst lagi…
Yaudah daripada berlama-lama ini dokumentasi acaranya!
Sekali lagi, merry christmas to those who celebrate!


1didut
wrote on 25 December 2009 at 8:09
untung gw bukan kristen, gw katolik wakakakakakakkakaka~
2antobilang@gmail.com
wrote on 25 December 2009 at 8:40
sayang malah jadi ngomongin makanan
) padahal aku berharap ending yang bakal bikin pemilik blog ini dipancung
)
btw, nice post elia!
3gita
wrote on 25 December 2009 at 8:50
Saya lebih suka disebut pengikut kristus, dan bwt saya natal bkn sekedar perayaan, tapi adalah ungkapan bersyukur jd selamat natal el
4jensen99
wrote on 25 December 2009 at 8:54
Kecuali bagian konsermu, saya gak ngerti kamu ngomongin apa el.
Saya sih gak ngerayain Natal
5oglek
wrote on 25 December 2009 at 9:56
saya pengen wurst-nya
6venus
wrote on 25 December 2009 at 11:28
postingan sinting nyari gara2. i like it
7Fenty
wrote on 25 December 2009 at 16:29
iya, setuju sama beberapa komen di atas, gak nyambung … :p
8tammi
wrote on 25 December 2009 at 16:57
yang paling penting sih percaya sama apa kata hati aja dan berpegang teguh sama apa yang kita percayai hehe..
9boneth
wrote on 25 December 2009 at 17:48
ini apa-apain sih? aneh!
10kucing_usil
wrote on 25 December 2009 at 22:46
potingannya memancing … memancing kerusuhan
sejarah yang diceritakan di artikel di atas saya kurang paham jadi ndak bisa komentar terlalu jauh. tapi jujur saja saya memerlukan label-label untuk identitas diri. kalo label-label itu dilepas paksa atau diserang, nah tentu saja saya akan bertahan atau menyerang balik karena merasa insecure
eh eh saya meracau apa ini? *pasang muka senyum*
11elia bintang.
wrote on 25 December 2009 at 23:45
@didut untung gue agnostic *ga nyambung*
@antobilang jadi ga nyambung ya gara2 makanan.. haha. kalo dipancung, nanti yang komen gue seret2 sekalian haha
@gita selamat natal git! kata2 pengikut kristus lebih meaningful ya sepertinya
@jensen99 saya aja ga ngerti kok huehe
@oglek wurst-nya itu enaaakk banget!
@venus haha.. utk orang yang open-minded, mereka akan mikir dan berdiskusi. utk orang yang close-minded, mereka akan ngerasa aku nyari gara2.. biar aja
@fenty ya dimaklumi lah fen huehe
@tammi diplomatis banget ya calon politisi ini..
@boneth hehe bukan aneh tapi ga biasa.. jadi terkesan aneh
@kucingusil label itu kan dateng dengan sendirinya saat karakter kita memang pantas untuk dapet label itu
12ocha
wrote on 26 December 2009 at 1:18
iya yah..kalo orang yg baca ini tahan banting dan open-minded, dia pasti akan langsung cari sumber jawaban yang tepat
13Nda
wrote on 26 December 2009 at 8:54
lah kalo sudah nunjukin “isi lo sebnernya”, trus dikasih label lagi, kudu copot lagi?? brapa banyak persediaan label yang harus gw punya ?
huehhehe…
14zee
wrote on 26 December 2009 at 9:27
Hmmm…
Saya suka baca postingan ini. Kenapa begitu? Karena jarang ada orang yang berani bilang tentang kenyataan. “Orang-orang mati-matian ngebela agamanya. Apa yang mereka tau tentang agamanya? Zero!” Ini berlaku untuk semua org tanpa kecuali apa agamanya. Kadang merasa paling tahu dan paling benar lalu men-judge orang lain. Yang penting adalah isinya, bukan labelnya. I agree with that.
15dwihutapea
wrote on 26 December 2009 at 16:25
Hai..eliabintang..hahaha..salam kenal
trimakasi untuk komen kamu di blog saya ya..
saya Kristen..dan saya tau, banyak orang Kristen sperti yang kamu sebut di atas..
Yah..begitulah orang2 di negara kita ini. Karena dibilang negara beragama, jadilah semua orang punya label agama di KTP nya, tapi tanpa mengerti esensi dari agama yang mereka anut itu. Poor Indonesie
sekedar mau membagi makna natal sebenarnya (menurut yang saya pahami
)
natal bukan pestanya. natal bukan tanggal 25 desember nya. natal bukan kumpul keluarganya. natal bukan berarti ke gereja. natal bukan sekedar “season greetings”..
Natal seharusnya menjadi peringatan untuk semua orang Kristen (maupun non-Kristen)..bahwa ada Seorang Anak Manusia (aka Yesus) yang lahir..untuk membebaskan umat manusia dari belenggu dosa..sehingga manusia yang percaya padaNya tidak akan mati (dalam kekekalan), tetapi justru diselamatkan dan mendapatkan hidup yang kekal bersama Tuhan.
Itulah yang seharusnya memberikan sukacita untuk semua orang..kebenaran apa yang lebih membahagiakan dari mengetahui bahwa dosa2 kita sudah ditanggung oleh Anak Manusia itu? (nah..ini baru esensi Paskah,hehehe..)
Semoga membantu..
FYI..dulu saya (hampir) agnostik juga. Saya belajar segala agama. Saya baca banyak buku filsafat. Dan saya tidak menemukan arti kepuasan sama sekali. Now I already found the Truth!
16dhodie
wrote on 26 December 2009 at 17:40
Maka cari tau asbabun nuzulnya sebelum berkomentar yah el… sepakat!
Merry christmas also to those who celebrate.
17gunawanrudy
wrote on 26 December 2009 at 19:56
aha, saya ndak punya label dong.
*bikin stike agnostisisme*
btw, selamat natal bagi yang merayakan, dan selamat liburan bagi kristen yang nggak merayakan.
18Irfan
wrote on 27 December 2009 at 7:14
setelah serius di awal-awal…malah jadi ngobrolin makanan…dan tutup dengan petikan gitar! hahay….enak!
*tapi…semogasayagakse-zeroituya…
19zulhaq
wrote on 27 December 2009 at 10:33
Gw gak paham masalah begituan.
Pengetahuan tentang Agama Islam, yang gw anut ja, minim banget…
Taunya, cm menjalankan kewajiban sebagai umat beragama dengan mengharapkan ridhoNYA…
Hidup elia!!!
Hidup makanan!!!
Hidup musik!!!
Merdeka!!!
Hahahahahahaha
20kips
wrote on 27 December 2009 at 10:38
Silaturahmi aja ya, materinya saya gak paham mohon maaf
21yemima grace
wrote on 27 December 2009 at 12:13
pling assik nglewati ntal ini dengan kumpul breng kLuarga n berlibur k suatu tmpat gthu,,,!!.
22julie
wrote on 27 December 2009 at 13:45
banyak yang tak paham dengan keyakinan mereka masing2
selamat natal saja buatmu teman
semoga damai Kristus senantiasa memberkatimu
23katakataku
wrote on 27 December 2009 at 13:54
wah konser kok ga bilang2 (doh) bawain lagu apa aja waktu itu?
24elia bintang.
wrote on 27 December 2009 at 20:23
@ocha gue sbnrnya agak kasian kl orang cuma iya2 aja tanpa ngerti. jd gue cuma mancing orang untuk berpikir
@nda label itu akan melekat dengan sendirinya. jadi tanpa kita harus melabeli diri, orang2 di sekeliling kita akan melabeli kok
@zee iya bener. liat pelaku bom bunuh diri. mereka bisa di-brainwash dalam waktu sebentar. knp? karena mereka ga ada isinya.. kosong melompong
@dwihutapea sebenernya sedalam apapun kita belajar, kita ga akan mungkin mengerti tuhan karena tuhan itu spirit dan science itu logika dan sangat physical. tapi setidaknya kita belajar dan menemukan landasan berpikir dulu baru memutuskan. pada akhirnya, tuhanlah yg memilih kita bukan kita yg memilih tuhan. salam kenal dan selamat natal!
@dhodie iya dod! kl ga ntar gampang di-brainwash trus jadi teroris deh
@gunawanrudy sbnrnya agnostic sendiri udah merupakan sebuah label kan.. huehe. biarlah
@irfan ga akan zero lah mas kl belajar.. apalagi mas irfan kan guru!
@zulhaq hidup zulhaq! hidup tusuk gigi!
@kips yup akhirnya bersilaturahmi lagi!
@yemima iya dan jangan lupa makan2..
@julie ga paham dengan keyakinan itu aneh ya? gimana bisa yakin kl ga paham.. huehe selamat natal ya!
@katakataku waktu itu cuma bantu temen mas.. bawain lagunya dia sendiri
25Alfaro Lamablawa
wrote on 27 December 2009 at 21:34
hohohoho
great posting…aku setuju..but Label itu perlu juga sebagai ID istilahnya.
26ericova
wrote on 28 December 2009 at 19:13
nice post !
27wi3nd
wrote on 29 December 2009 at 10:17
nda perlu pelabelan yan9 pentin9 adalah ab9aimana kita menjalanina,dan tetap baik terhadap sesama apapun a9amanya
28ipied
wrote on 7 January 2010 at 7:43
wik kamu makan wurst mulu sih gak bagi2 lagi maukkkkkk