Sepercik Api di Jalan Percetakan!
“Menarilah dan terus tertawa… walau dunia tak seindah surga…”
Semua pasti tau penggalan syair “Laskar Pelangi” tersebut. Bahkan banyak dari kita yang hafal lirik lagu itu dari awal sampai akhir. Namun lagu ini ga pernah menancapkan makna di hati gue sedalam dua minggu yang lalu.
Bersama Eka, Yessy, Ria, dan beberapa teman lain, gue berkesempatan mengunjungi Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia di Jalan Percetakan Negara. Kita datang sebagai kumpulan individu yang ingin berbagi kebahagiaan, tanpa bendera organisasi manapun.
Acaranya sebenarnya sederhana saja: bernyanyi bersama, games, mendongeng, obrolan santai bersama anak-anak, dan ditutup dengan makan bersama. Di luar dugaan gue, anak-anak ini bukan anak-anak yang murung dan putus asa karena kondisi mereka. Mereka selalu riang gembira dan penuh canda tawa.
Bayangkan, sebagian anak penderita leukemia disana harus merelakan satu matanya sebagai akibat dari penyakit mereka. Pengasuh mereka juga bercerita pada gue sambil menunjuk seorang anak yang sangat ceria, “Dia itu besok kaki kirinya harus diamputasi karena kanker tulang.” Dan gue hanya bisa terdiam mendengar kata-kata itu.
Anak-anak inipun memiliki semangat yang tinggi untuk terus hidup dan berbagi. Beberapa diantara mereka membuat gelang, anting, dan bros yang kemudian mereka jual kepada pengunjung rumah singgah tersebut. Barang-barang buatan mereka ini pun bukannya jelek dan hanya mengharapkan belas kasihan orang untuk membeli, barang-barang ini benar-benar bagus!
Pada akhir acara, hati gue benar-benar tersentuh melihat anak-anak ini dengan penuh semangat menyanyikan lagu “Laskar Pelangi” dengan iringan gitar gue. Mereka bernyanyi dengan lantang dan mata berbinar yang memancarkan sebuah harapan! Lagu ini seperti sebuah anthem bagi mereka, yang seolah ingin menyampaikan pesan “Jangan pernah menyerah. Selama nafas masih ada, harapan pun tetap ada!”
“Bersyukurlah pada yang kuasa… Cinta kita di dunia selamanya!”
-
Ga pernah gue ngeliat semangat yang semurni dan sebesar ini! Semangat yang murni didasari oleh cinta pada hidup, bukan rasa ingin berkuasa. Semangat yang bersumber dari hati, bukan dari ego.
Dan gue… yang bermaksud untuk membagi kebahagiaan justru dibagi kebahagiaan. Gue yang datang untuk berbagi makna, pulang dengan makna yang lebih dalam dan lebih berarti dari sebelumnya.
Wish you all the best in life, kids!


1ipied
wrote on 8 January 2010 at 16:06
ah kamu datang kesana bermaksud membagi kebahagiaan tapi malah kamu yang dibagi kebahagiaan tak terbatas oleh mereka
2dhika eliazar
wrote on 8 January 2010 at 16:33
Waw…pengalaman yang seru…ajak2 dong…
i’d like to take a picture…
3desty
wrote on 8 January 2010 at 16:43
kamu beruntung banget,el..bertemu malaikat2 itu..
4itikkecil
wrote on 8 January 2010 at 17:35
yang kalian lakukan itu benar-benar keren ya…
5lyna riyanto
wrote on 8 January 2010 at 18:26
pengalaman yang berharga
saya patut iri karenanya
saya salut
6ocha
wrote on 8 January 2010 at 18:49
i like what you’ve done, el! keep it on going
7tammi
wrote on 8 January 2010 at 19:37
gue juga pernah ngalamin hal yang sama waktu gue bakti sosial ke panti asuhan. dan mereka yg di panti asuhan banyak yg bukan karena kehilangan orang tua mereka, tetapi banyak yang dititipkan sama orangtua mereka yang enggak mampu.
gue jd pengen ngunjungin yayasan kasih kanker itu, el. gimana sih caranya? kali2 tujuan baksos gue bisa ke sana juga.
hehehe
8edda
wrote on 8 January 2010 at 21:59
salut saya
9renotxa
wrote on 8 January 2010 at 23:58
banyak hal positif yg bisa jadi cerminan. pun saya jg suka membantu. bukan hanya mengamati dan testimoni saja… thanks for sharing.
10dita.gigi
wrote on 9 January 2010 at 0:42
ngeliat wajah ceria mereka yang kadang seakan tanpa beban bener2 menyentuh hati orang2 yg melihatnya kan…
ndak patah semangat dan tetap bersyukur… patut dicontoh banget
11elia bintang.
wrote on 9 January 2010 at 1:33
@ipied dan kebahagian yang gue dapet itu sarat makna
@dhika ok, next time pasti gue ajak
@desty iya, banyak pelajaran yang bisa saya sambil
@itikkecil yang kita datengin justru jauh lebih keren. dalam segala kekurangan dan keterbatasan, mereka mengajari kita cara hidup yang seharusnya
@lynariyanto sangat berharga dan bermakna.. bnr2 menyentuh
@ocha thanks ya cha! i’ll keep it going
@tammi gue ada nomer telfonnya. telfon gue aja tam kalo mau kesana.. ntar gue kasih nomernya. akan jadi pengalaman yg berharga banget
@edda terima kasih ya
@renotxa karena dengan membantu, kita merasa penuh sebagai manusia. you’re welcome
@dita jelas menyentuh banget, dit. mereka yang diliputi keterbatasan dan kekurangan justru punya sikap hidup yang sangat positif. patut dicontoh
12harto
wrote on 9 January 2010 at 6:14
pekerjaan yang sungguh mulia, memberikan kebahagiaan pada seseorang merupakan suatu ibadah yang tak ternilai harganya.
semoga sukses selalu n tetap semangat……lam kenal….
13Ly Antie
wrote on 9 January 2010 at 8:08
Wah muliah sekali.. saya jadi mikir, mereka kecil2 sudah kena kanker, sebenarnya mereka tau nggak sih mbak apa yang menimpa mereka? Apakah di sana mereka diajari tentang arti kehidupan? Mengingat sedikit sekali pasien kanker yang bisa bertahan. Thanks
14Ria
wrote on 9 January 2010 at 8:29
iya iya…gw inget ibu itu ngomong…minggu depan mo di amputasi kakinya…dan kita semua terdiam tidak ada yg bisa berkomentar
kapan2 kita bikin acara kayak gini lagi ya li
15Fenty
wrote on 9 January 2010 at 8:34
ah kau memang keren, el ^^ *in positive way*
16tukangobatbersahaja
wrote on 9 January 2010 at 9:20
Saya sangat beruntung dengan keadaan sekarang ini.
Diberi tubuh yang sempurna dan sehat.
menarilah dan terus tertawa’
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah…
17Yessi
wrote on 9 January 2010 at 9:46
gw liat poto-potonya di fesbuk Ria…wish i were there..
betapa kita jauh lebih beruntung
tapi kadang lupa dan selalu menginginkan lebih
all the best for the kids
God loves them
18anny
wrote on 9 January 2010 at 10:46
Saat yang tak akan terlupakan dan membekas sampai kapanpun
19jurug
wrote on 9 January 2010 at 10:51
hanya satu yang saya berikan kepada mu *jangan menyerah…jangan menyerah…*
20yangputri
wrote on 9 January 2010 at 12:26
salam kenal sayang
21Latree
wrote on 9 January 2010 at 15:33
so touching…
22boneth
wrote on 9 January 2010 at 17:13
ah mereka memang anak-anak yang tegar dan kuat..
aku cuma bisa bantu doa.. blom bisa ikut berbagi dan mengukir senyum dibibir mereka.. hiks
23elia bintang.
wrote on 9 January 2010 at 17:33
@harto amiinn ternyata justru saya yg dibagi kebahagiaan.. sukses juga dan salam kenal!
@antie kalo ttg itu, saya ga tau pasti. tapi mungkin juga ngga ya.. karena kasian banget kalo anak kecil tau bahwa dia akan sulit bertahan. ngmg2, saya ini laki2 loh bukan mbak2
@ria iya, udah trenyuh rasanya hati.. gue selalu siap kalo ada acara membantu sesama lagi
@fenty thanks fenty! cuma berusaha berbagi aja
@tukangobatbersahaja iya betul.. ngeliat keadaan kita yg sehat begini, ga sepantasnya kita masih mengeluh
@yessi menginginkan lebih itu wajar kok, kan kita mau mengembangkan diri juga kan.. tapi jgn lupa untuk tetap bersyukur atas semua yg kita miliki
@anny iya betul.. sampe sekarang juga masih bermakna banget buat saya
@jurug yup, jangan menyerah!
@yangputri tampaknya yangputri mengira saya perempuan
@latree yes indeed
@boneth ya, mereka sangat tegar dan kuat. nanti ada saatnya pasti
24iLLa
wrote on 9 January 2010 at 21:17
indahnya berbagi kebahagiaan itu ya bang. Mereka dikirim Tuhan dalam hidup bang eLia untuk lebih banyak memaknai hidup. Pun bang eLia dikirim Tuhan dalam hidup mereka untuk lebih menceriakan mereka. That’s life… so nice. ^^
25Rachel Anastasia
wrote on 10 January 2010 at 6:32
wow… keren juga bisa berbagi dengan mereka dan bahkan mereka lebih tegar dibandingkan kita-kita ini.
salam kenal juga ^__^ thanx dah blogwalking
26alief
wrote on 10 January 2010 at 7:35
mereka yan g kurang, mereka yang senang.sementara kita yang diberi kesehatan dan kelengkapan kenapa selalu merasa kurang?
27pelintas batas
wrote on 10 January 2010 at 7:36
semoga keceriaan itu selalu menghampiri mereka dan kita yang sehat bisa mengambil hikmahnya…..
28vany
wrote on 10 January 2010 at 10:12
saia tersentuh sekali mendengar kisah anak2 di panti asuhan itu…
ternyata banyak org di luar sana yg lebih menderita dari kita ya, mas……
sejauh kita bisa bersyukur, maka hidup kita akan bahagia…….
29senny
wrote on 10 January 2010 at 12:24
wow!
anak2 itu hebat banget ya, gue ga yakin bs seperti mereka kalo gue ada di posisi mereka
30Ongki
wrote on 10 January 2010 at 13:58
wow, pengalaman yg seru! Sy terharu membaca kisah anak2 panti asuhan ini
31jarwadi
wrote on 10 January 2010 at 18:47
cieee yang lagi bahagia, boleh dong rasa bahagia itu juga dibagi ke saya; hehhe
32mahardhika
wrote on 10 January 2010 at 21:20
“Menarilah dan terus tertawa… walau dunia tak seindah surga…bersyukurlah pada yg kuasa….cinta kita di dunia… selamanya” My favorite lyric tooo……..
33sugeng
wrote on 10 January 2010 at 21:49
Dari Tabanan aku juga merasakan dan melihat kegembiraan mereka
semoga esok masih ada mentari yang menyinarinya.
34Nike
wrote on 10 January 2010 at 22:13
Tambah lagu Jangan Menyerah – D’Masiv El, jadi lebih semangat dan bersyukur atas hidup
35tammi
wrote on 10 January 2010 at 23:31
sip nanti gue hubungin elo.
gue coba koordinasiin + tanyain temen2 gue. hehehe
soalnya kalo ke panti asuhan kan udah lumayan sering, gue pengen sesuatu yang ‘beda’ aja. hehe
36Andre
wrote on 11 January 2010 at 5:54
GBU.. wish u all fine
37Amink
wrote on 11 January 2010 at 10:36
selamat pagi…
izin berkunjung…
mau baca dulu yakh…
38Billy Koesoemadinata
wrote on 11 January 2010 at 12:29
speechless gue baca postingan ini.. asli! sedih gue..
39adelays
wrote on 11 January 2010 at 21:27
Luar biasa, kisah yang sangat menyentuh.
Dengan semangat hidup yang kuat mereka bahkan menjadi lebih tegar dari manusia biasa yang berada diluar “Jalan Percetakan”.
40Hariez
wrote on 11 January 2010 at 23:19
gw rasa ga banyak orang yang mau berbuat seperti kalian sob..dan gw sempet baca di status na Mba Eka wuihhh..asli senang bisa melihat hal seperti itu..dan gw kapan gw bisa seperti kalian ?
met beristirahat sob
-salam-
41didot
wrote on 11 January 2010 at 23:36
bukankah harapan bahwa ada hari esok yg lebih baik yg membuat kita masih ingin hidup hari ini??
kalau pasti lebih buruk mendingan kita mati aja dong hari ini?
nice job bro,keep on sharing and giving ,you rawks!!
42iin
wrote on 12 January 2010 at 11:05
woww nice post..
seru banget deh bisa berbagi dengan mereka.
gue udah lama ga ikut kegiatan kayak gini geez, mungkin terakhir pas gw sma dan itu anak2 panti asuhan..
lebih mensyukuri hidup dan yang pasti : jadi lebih empati. itu efeknya yah. hehe
43yella
wrote on 12 January 2010 at 11:15
jadi terharu neh, inspired me
44Riki Pribadi
wrote on 12 January 2010 at 11:21
Syukur lagunya bukan Berakhir di Januari…hehehe…Itulah kenapa kita musti sering-sering liat kebawah…biar bisa bersyukur dikit, udah diberi kesehatan. Well, doa gue buat mereka, semoga dimudahkan kehidupannya ama Tuhan.
45lail
wrote on 12 January 2010 at 11:51
kata orang bijak *jelas bukan saya :p*, dengan memberi kita nggak akan pernah kekurangan, justru malah semakin banyak memberi semakin banyak mendapatkan. I guess that’s what you get from your experience
nice experience anyway *gw belum pernah hiks…*
46natazya
wrote on 13 January 2010 at 14:23
aduh bu! keren deh ih dirimuH!
btw, pengen dong denger situ nyanyi hehehhe
sayangnya di radio gw yang skarang udah ganti format euy jadi ga bisa yang lagu2 indi2 begini, musti udah masuk major label dulu, ato atleast jadi hits dulu hehehe
sok bu! gw tunggu jadi hits yah!
47fla
wrote on 16 January 2010 at 23:49
pengalaman yang berharga ya el.
terharu bacanya
48zulhaq
wrote on 17 January 2010 at 22:11
salut salut atas usaha lw dan temen2 dalam hal yang mulia itu
gw trharu ngeliat foto2nya