Kamu. Matahariku.

*Ditulis oleh Venus

I love you without knowing how, or when, or from where

I love you straightforwardly, without complexities or pride

so I love you because I know no other way…

~ Pablo Neruda ~

2 Juli 2010.

Berawal dari kekesalan akan satu hal yang tak perlulah saya ceritakan, saya putuskan untuk menghadiahi kekasih saya –yang hari itu berulangtaun– sesuatu yang, mudah-mudahan, akan kekal: sebuah tattoo. Tanpa terlalu banyak pertimbangan, dan tanpa terlebih dulu minta persetujuan dari yang berkepentingan, saya membuat janji dengan dengan Bang Buyung, tattoo artist langganan, sambil harap-harap cemas karena saya gak yakin Elia akan menyukai ide aneh yang datangnya juga tiba-tiba ini.

matahariku

Dari beberapa desain yang terpikir, saya akhirnya memilih gambar matahari, yang sejak hari itu dan selamanya akan menghiasi kulit punggungnya, kecuali dia memutuskan untuk menghapus gambar itu untuk satu alasan kuat satu saat nanti.

Tapi kenapa matahari?

Sederhana saja. Matahari, setau saya matahari adalah bintang yang paling dekat posisinya dengan bumi. Dengan jarak rata-rata 93.026.724 mil (setara dengan 149.680.000 kilometer), matahari adalah sumber kehidupan. Ia menjaga bumi tetap hangat, memungkinkan udara dan air bersikulasi, tumbuhan berfotosintesis, mengatur pertukaran siang dan malam.

Matahari adalah kehidupan itu sendiri. Ia fana dan akan mati meski kita ingin menganggapnya abadi. Seperti semua yang ada dan hidup, bahkan sesuatu segarang matahari pun bisa mati.

Barangkali terlalu jauh dan berlebihan jika saya menganalogikan hubungan kami –saya dan Elia– seperti matahari. Tapi memang begitulah saya melihatnya.

Satu hal lagi. Elia adalah bintang buat saya, adalah matahari yang membuat saya percaya bahwa hidup harus terus berputar setelah segala kegetiran yang saya lewati. Tak satu pun dari kami yang tau sampai kapan kami akan bertahan, dan tanpa janji apa-apa kami menjalani hidup dan cinta kami. Hari demi hari. Detik demi detik. Ia membuat saya mengerti bahwa saya tak boleh takut dan kuatir akan apa pun, bahwa esok akan menuliskan kisahnya sendiri, dan itu sungguh di luar kuasa kami berdua. Tugas kami hanyalah menjalani yang tersurat. Sisanya, biarkan ia tetap menjadi rahasia semesta.

And you, sweet thing…hope you like your birthday gift.

mataharimu

P.S: untuk melengkapi romantisme gak jelas kami hari itu, saya merelakan kaki saya juga dirajah dengan gambar matahari yang persis sama.

12 Responses to “Kamu. Matahariku.”

Leave a Reply

Laman ini adalah upaya penulis mempertemukan kata untuk menemukan makna. Artikel baru terbit setiap Senin. Lebih dari itu adalah iseng.

Terima kasih sudah berkunjung!

Recommendation

Desain blog ini dan blog Sonicflux (http://sonicfluxmusic.us) adalah karya JDCP, seorang sahabat yang selalu mampu menerjemahkan selera dan karakter saya dalam desain-desainnya.

Hubungi jdcp.online@gmail.com untuk membuktikannya.

Tweets