<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.8.6" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>elia&#124;bintang</title>
	<link>http://eliabintang.com</link>
	<description>wishlist #1: live as a rockstar, die as a legend!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 10:07:26 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Keroncong(an)</title>
		<description>Ceritanya, Jumat kemarin saya nonton diskusi dan pertunjukan keroncong di Obrolan Langsat. Gerimis berjatuhan dengan malas, membuat udara jadi adem; suasana paling pas untuk reriungan berkeroncong.



Dari mimbar, nada dan syair yang menggelitik dilantunkan Ages Dwiharso dan Komunitas Taman Suropati-nya. Rasanya, waktu bergulir begitu cepat. Kacang goreng saya pun tandas seketika.

Setelah ...</description>
		<link>http://eliabintang.com/2010/07/28/keroncongan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Brandon: Saya Ingin Tampil di Depan Presiden SBY</title>
		<description>Biasanya, saya cuma nyalain TV untuk nonton bola dan The Simpsons. Entah ada angin apa, tumben-tumbenan semalam saya nyangkut di acara Indonesia Mencari Bakat, pas giliran kolaborasi Brandon, Fay, dan JP Millenix.



Jadilah saya menyaksikan talenta-talenta masa depan Indonesia ini. JP menghentak dengan permainan drumnya, yang langsung disusul Brandon dan Fay ...</description>
		<link>http://eliabintang.com/2010/07/26/brandon-saya-ingin-tampil-di-depan-presiden-sby/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Idola Indonesia?</title>
		<description>Timeline saya selalu penuh dengan Indonesian Idol setiap Jumat malam. Acara ini, meski tak pernah berhasil mengorbitkan superstar, ternyata masih disambut dengan gempita oleh masyarakat. Lantas, di mana salahnya?



Semua orang setuju bahwa kualitas kontestan menurun setiap tahun. Menurut saya, khusus tahun ini, kualitasnya malah menukik tajam. Kebanyakan teman saya pun ...</description>
		<link>http://eliabintang.com/2010/07/24/idola-indonesia/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Anomali</title>
		<description>Now roasting. Itulah tulisan yang tertera di kain berukuran besar yang terpampang di depan kafe ini. Huruf-hurufnya berwarna putih, latar belakangnya coklat tua; cukup menarik hingga mampu menyedot orang-orang yang melintas untuk mencicipi kopi andalannya yang khas Indonesia.

Kakiku melangkah masuk. Tanganku menggenggam tangan kekasih. Sudah sejak berminggu-minggu yang lalu nama ...</description>
		<link>http://eliabintang.com/2010/07/23/anomali/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Buyung Tattoo House</title>
		<description>Tumben, siang itu jalanan tampak lengang. Tak ada kemacetan atau antrian menyemut di ruas mana pun. Saya ingat-ingat, ini hari Jumat, pukul 12.15. Oh, pantas... Orang-orang sedang shalat jumat.

Saya pun dapat menyetir dengan nyaman, tak harus bolak-balik lirik spion, injak kopling, oper gigi, dan seterusnya. Pacar saya duduk di jok ...</description>
		<link>http://eliabintang.com/2010/07/21/buyung-tattoo-house/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Rekayasa Paul</title>
		<description>Kemarin pagi, saya membolak-balik halaman Kompas untuk mengusir kantuk. Setangkup roti dan secangkir teh tarik tersaji di meja. Setelah lima menit “membaca”, mata saya nyangkut pada sebaris kalimat.



Paul si Gurita akan jadi tamu kehormatan Spanyol.

Kurang lebih begitulah tulisan yang saya baca. Saya jadi berpikir, apa benar seekor gurita bisa sesakti ...</description>
		<link>http://eliabintang.com/2010/07/16/rekayasa-paul/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Musik 2.0!</title>
		<description>Ini tweet saya menjelang Social Media Day beberapa minggu yang lalu:



Okay, siapa sih yang bisa mencegah invasi internet dalam kehidupan sehari-hari? Sejak mewabah di Indonesia sampai hari ini, internet tak pelak udah mengubah cara kita berinteraksi. Ya, kan...

Tweet saya di atas sebenernya cuma prediksi atas fenomena teknologi informasi teranyar ini. ...</description>
		<link>http://eliabintang.com/2010/07/12/musik-2-0/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kamu. Matahariku.</title>
		<description>*Ditulis oleh Venus
I love you without knowing how, or when, or from where 
I love you straightforwardly, without complexities or pride 
so I love you because I know no other way...
~ Pablo Neruda ~
2 Juli 2010.

Berawal dari kekesalan akan satu hal yang tak perlulah saya ceritakan, saya putuskan untuk menghadiahi ...</description>
		<link>http://eliabintang.com/2010/07/05/kamu-matahariku/</link>
			</item>
	<item>
		<title>XXIV!</title>
		<description>“Some people get struck by lightning. Some are born to sit by a river. Some have an ear for music. Some are artists. Some swim the English Channel. Some know buttons. Some know Shakespeare. Some are mothers. And some people can dance.” – Benjamin Button

Semua orang berarti. Semua orang pantas ...</description>
		<link>http://eliabintang.com/2010/07/02/xxiv/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Tangan Dingin!</title>
		<description>Melihat Inggris tersingkir dari ajang Piala Dunia, saya jadi teringat akan percakapan kami – saya dan kekasih – kira-kira sebulan silam. Kala itu, di sebuah kafe di daerah Tebet, saya melontarkan pertanyaan yang kira-kira begini…
“Kenapa harus Alexander the Great atau Napoleon Bonaparte? Memangnya ga ada orang yang lebih mahir atau ...</description>
		<link>http://eliabintang.com/2010/06/29/tangan-dingin/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
